06.09.06
Nongkrong
Akhirnya kesampaian juga lapor ke ketua RT. Sebagai penghuni baru aku berkewajiban untuk tahu segala macam kebiasaan di lingkunganku. Tentang fotokopi KTP, iuran kebersihan & keamanan, dan tentang bersosialisasi.
Ketua RT menyarankan warganya untuk menyempatkan diri “keluar rumah” dan berkumpul dengan warga lainnya selama setengah sampai satu jam setiap harinya.
Aku punya istilah untuk itu : “nongkrong” ![]()
Bukannya aku tidak suka, kegiatan itu bahkan sudah kulakukan dua kali selama 5 malam aku tinggal di situ. Sejujurnya aku cukup menyukai kegiatan nongkrong ini, terutama karena tetangga kiri-kanan cukup ramah & friendly (mungkin karena solidaritas sesama penghuni baru di sebuah lingkungan perumahan baru)… Tapi untuk dilakukan tiap hari? oh, no, no…
Efek positifnya :
- makin kenal & baik dengan tetangga
- selalu up-to-date dengan berita-berita terbaru seputar perumahan
- belajar banyak dari pengalaman orang lain
Efek negatifnya :
- kegiatan yang sedianya direncanakan setengah jam bisa mulur sampai dua jam… karena keasyikan ngobrol atau karena tidak enak kalau pulang duluan
pulang-pulang sudah jam sebelas
- konsumsi rokok jadi tidak terkontrol
- kegiatan beres-beres rumah jadi terbengkalai
- kegiatan browsing jadi ikut terbengkalai juga
- nyamuk-nyamuk berpesta karena ketidakberdayaanku mengusir para drakula penghisap darah itu
Jadi… bagaimana baiknya? Dua hari sekali aku rasa cukup lah…
bahtiar berkata,
12-Juni-2006 pada 10:23 am
sambi nongkrong gowo leptop … dijamin dab
wedhouz berkata,
13-Juni-2006 pada 8:22 pm
nek boso semarang’e kongkow
nek boso solotigon’e nggogok